Di tengah gulitanya sang malam
hujan deras mengguyur bumi Dewata
sayup terdengar suara kodok bersahut-sahutan
Laksana tangisan bayi menyayat hati
Kutermenung dalam kesendirian
terbuai rasa sepi yg amat dalam
teriak ku tak mampu
menangispun percuma
Air matapun tak mampu lagi
melukiskan rasa yg ada
Duka,lara
Sunyi,sepi
Luka , Nestapa
membaur jadi adonan hitam teramat pekat
Berjelaga di dinding jiwa
ber kerak di dasar hati
Malam merambat kian jauh
diantara percikan air hujan
yg kian deras ...
Anganku melambung tanpa batas yg Jelas
melintasi dimensi ruang dan waktu
Nuraniku menjerit lirih
tatkala ingatanku tertuju pada
satu titik ...
satu wajah ...
satu nama ...
"MAMA"
mama ...
aku merinduimu
aku menyayangimu
Namun maafkanlah
jika baktiku
belum sepadan dgn pengorbananmu
belum setara dgn kasih dan sayangmu
Dan sampai kapanpun , tak mungkin bisa
tuk membayar air susumu
yg mengalir menjadi darah di tubuhku
Smoga ALLAH membalas ketulusan dan Ikhlasmu
smoga ALLAH Meridhoi Doa dan Sujudku untukmu Mama.
hujan deras mengguyur bumi Dewata
sayup terdengar suara kodok bersahut-sahutan
Laksana tangisan bayi menyayat hati
Kutermenung dalam kesendirian
terbuai rasa sepi yg amat dalam
teriak ku tak mampu
menangispun percuma
Air matapun tak mampu lagi
melukiskan rasa yg ada
Duka,lara
Sunyi,sepi
Luka , Nestapa
membaur jadi adonan hitam teramat pekat
Berjelaga di dinding jiwa
ber kerak di dasar hati
Malam merambat kian jauh
diantara percikan air hujan
yg kian deras ...
Anganku melambung tanpa batas yg Jelas
melintasi dimensi ruang dan waktu
Nuraniku menjerit lirih
tatkala ingatanku tertuju pada
satu titik ...
satu wajah ...
satu nama ...
"MAMA"
mama ...
aku merinduimu
aku menyayangimu
Namun maafkanlah
jika baktiku
belum sepadan dgn pengorbananmu
belum setara dgn kasih dan sayangmu
Dan sampai kapanpun , tak mungkin bisa
tuk membayar air susumu
yg mengalir menjadi darah di tubuhku
Smoga ALLAH membalas ketulusan dan Ikhlasmu
smoga ALLAH Meridhoi Doa dan Sujudku untukmu Mama.






No comments:
Post a Comment