Monday, 24 April 2017

LANTERA JIWA

by Haeruddin Purnawanto

Kunyalahkan lentera di sudut jiwa
'tuk mengusir gelapnya Qolbu

Ku ukir nama_Mu di dasar hati
tanpa pahat, tanpa palu
Kulukis wajah_Mu di dalam angan
Tanpa cat, tanpa kanvas

Kudamba cinta_Mu
ketika rindu merengkuh ku
Kurindu Kasih_MU ...
disaat diriku terabaikan
Kuharap SayangMU...
dikala diriku terlupakan
Kucari Cahya_MU ...
'tuk tanggalkan  gulitanya dunia.



RASA INI

by Haeruddin Purnawanto



Rasa ini membias rindu
Rindu ini warnai jiwaku

Jiwaku tentram karena ingat_Mu
Ingatku terpatri pada nama_Mu

Nama terukir di relung hatiku
Hati ini hanya untuk_Mu

Untuk_Mu leburlah segala rasaku.

RENUNGANKU

by Haeruddin Purnawanto


Rasa membaur dalam lingkup hati
Noktah kelam masa lalu menghantui
Hitam berarak menyelimuti
Bagai berkerak di dasar hati

Dalam renungan separuh malam
Terbersit tanya dalam benak
Akankah ada sebias cahaya
'ntuk terangi gulita jiwa
Gantikan galau menjadi damai.

DAMAI INI HANYA MILIKMU

Oleh Haeruddin Purnawanto

Dari masjid tua ditepi pantai
Terdengar indah lantunan firman_MU
Menggetarkan hati,melumpuhkan angin 
Menundukkan ranting dan dedaunan

Diluas langit malam_MU
Nampak bulan sabit melengkung indah
Diantara hamparan bintang bintang
Tepampang bagai harmoni melodi

Disetiap detik  berlalu
Tangan ini menadah hanya pada_MU
Wahai Tuhan kami izinkan diri menghamba_MU
Karena damai ini hanya milik_MU.

WAKTU

by Haeruddin Purnawanto




Waktu yang telah silam
Menebar ramai hiasan dunia
Menyusur Sunyi lubuk jiwa
Ketika daku masih mencari

Waktu kini berlangsung 
Bertanya hati dalam ragu
Masihkah diri dipertemukan
Hari yang Indah diesok pagi

Waktu tiba saatnya nanti 
Beribu ragu resah mendayu
Berjuta tanya kian terasa
Tak tahu kapan ajal menjelang

Yaa Rabbi ...
Terpatri satu harap dihati
Lindungi diri dalam FALAQ-MU


PADA - MU

by Haeruddin Purnawanto


Tubuh ini letih... 
Jiwapun lelah,
Banthin meronta
Memikul beban dosa yang kian sarat
Bujukan Dunia kian merajai kehidupan
Menghantam ...
Memperdaya...
Menikam ...
Merajam...
Dan mencabik_cabik Kefitrahan 
Budi nan Luhur

Hanya pada_MU
Tempatku mengadu dan berlindung
Agar terselimuti hati ini dgn tirai Kasih_MU
manakala himpitan Nafsu kian menggiringku
Kesudut Dosa.


SATU KUTUJU

by Haeruddin Purnawanto



Di tengah malam nan sunyi
kupinjam kemilau cahaya bintang
tuk sinari gulita malam
hingga fajar merona merah

Tabah dan sabar jadi selimut
pengusir dingin yg menghampiri
pahitpun terasa indah
bila haluan SATU kutuju.

" SATU "

by Haeruddin Purnawanto




Saat diri ini ...
Terasing dalam keramaian
Terhimpit di tengah lapang
Terbelenggu oleh kebebasan duniawi

Setiaku masih disini...
Rinduku tetap bertahta...
Cintaku kokoh terpatri...

Hebatnya badai cobaan
Dahsyatnya tsunami godaan
Tak mampu merubah impian
Hanya "SATU" Jadi Pujian.

SUATU SENJA NAN LARA

by Haeruddin Purnawanto




Memerah langit dibibir senja
membias Indah di  cakrawala
Senandung lagu terdengar lirih
Menggiring hati pada ilahi

Pohon cemara di pinggir kolam
Nampak indah hiasi alam
Jirit hati tanpa suara
Rintihan jiwa si insan hina

Ya Allah Tuhan semesta
Kabulkan do'a dan pinta hamba
Agar tenang jiwa nan lara
Agar terampun dosa yang ada.


RASA DAN CINTA

Rasakanlah cinta dengan rasa_NYA
Cintailah rasa dengan cinta_NYA

Sebab tak mungkin bisa mencinta tanpa rasa_NYA
Dan tak mungkin  mampu merasa tanpa cinta_NYA

Karena cinta adalah rasa
Dan semua itu bermula dan berakhir kepada_NYA.

"ALLAHU ROBBI TUHAN SEMESTA ALAM"

WAKTU KU NANTI

Diantara kesunyian yg merajai
terbukalah pintu nurani
tersibak tirai kegalauan hati
dlm perjalanan menunggang sepi

Jiwa resah menghampiri
rasio menjauh akal sehatpun pergi
tanpa pesan tanpa permisi
hingga semua kusadari
daku terbujur di negeri Ilusi

Wahai Tuhan kami ...
mohon tunjukan jalan nan pasti
agar kudapat benar meniti
guna mencari makna hakiki
sebelum sampai waktu ku nanti.

KAU ISI

Kau isi anganku
dengan Bayang_Mu

Kau isi hatiku
dengan Kasih_Mu

Kau isi sepiku
dengan Sayang_Mu

Kau isi hidupku
dengan Ridho_Mu
Kau isi Kosongku
dengan Wujud_Mu.

KURANGKAI JADI DO' A

Kutanam asaku di ladang_MU
Kubingkai rinduku di pigura_MU
Kusibak tirai Jendela Jiwa
Kurangkai kata menjadi do'a

Kucoba mengurai benang nan kusut
Secercah sinar_MU yg kudamba
Setitik cahaya_MU yg kuharap
Agar kupantas merindui_MU

INTUISI

Mentari memerah di ujung sore
Lembayung senja merah merona
Membias keemasan di cakrawala
Warnai gundaku dalam dada

Ketika rembulan bening enggan berteman
Sunyi,,,sepi,,,resah dan gelisah
Setia menghampiri jiwa yang hampa
Intuisipun mulai meronta

Lalu kupandangi langit  bisu
Anganku menerawang nun jauh
Menembus pilar-pilar nostalgia
Menelusuri masa silam yg berjelaga

Namun ada secercah asa
Saat kusebut nama_MU
Sungguh hanya nama_MU
Yaa  "ALLAH" yaa Robbul Alamin.

ISTANA RAHMAT - MU

Dengan bahtera hidup ini
Kuarungi samudera hikmah_MU
Kuterjang ombak cobaan_MU
Ku lawan arus nafsuku
Ntuk mencapai pantai harapan

Meski bahteraku sarat akan dosa
Oleng dihempas dahsyatnya badai dunia
Dihadang karang keinginan yg menyesatkan
Bahteraku terus melaju walau perlahan

Izinkan ku berlabuh di pelabuhan kasih_MU
izinkan ku bersandar di dermaga cinta_MU
izinkan ku bertambat di Tonggak ridho_MU
Agar bisa  bersama di ISTANA Rahmat_MU.

JIKA


Jika Tuhan berkehendak
tak ada yang mampu menghalangi
Jika Tuhan ingin merubah
tak satupun yg mampu pertahankan

Jika manusia kehilangan kemanusiaannya
maka ... 
Langit kehilangan kebiruannya,
sungai kehilangan kejernihannya,
bukit kehilangan kehijauannya,
burung-burung kehilangan kicauannya,
bahkan anginpun kehilangan desirnya.

semua gelap, semua kelam,semua hitam 
tertutup debu,tertimpa bebatuan 
terbersit tanya dalam diri
perlukah memanusiakan manusia?

KAU BUKAN APA,BUKAN PULA SIAPA

oleh Haeruddin Purnawanto

Walau kutak pernah melihat_MU

tapi kuterkesima dengan pandangan_MU


Walau kutak pernah merasakan  belaian_MU

tapi kumerindukan kasih_MU


Wajah_MU tanpa rupa

Wujud_MU tanpa bentuk


Karena KAU bukan apa-apa

dan bukan pula siapa-siapa
Tapi tanpa_MU tak akan ada apa-apa
dan  tak akan pula ada siapa-siapa.

KUINGIN HANYA DENGAN - MU

oleh:Haeruddin Purnawanto


Kuingin tenggelam dalam cinta_MU
Hingga waktu ini berlalu
Kuingin nikmati malamku
Hanya  berdua dengan_MU

Andai Kau usir aku dari pintu_Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada_MU
Sepenuh jiwa dan ragaku.


MAMA

Di tengah gulitanya sang malam
hujan deras mengguyur bumi Dewata
sayup terdengar suara kodok bersahut-sahutan 
Laksana tangisan bayi menyayat hati

Kutermenung dalam kesendirian
terbuai rasa sepi yg amat dalam
teriak ku tak mampu
menangispun percuma
Air matapun tak mampu lagi
melukiskan rasa yg ada

Duka,lara
Sunyi,sepi
Luka , Nestapa
membaur jadi adonan hitam teramat pekat
Berjelaga di dinding jiwa
ber kerak di dasar hati

Malam  merambat kian jauh
diantara percikan air hujan
yg kian deras ...
Anganku melambung tanpa batas yg Jelas
melintasi dimensi ruang dan waktu
Nuraniku menjerit lirih
tatkala ingatanku tertuju pada 
satu titik ...
satu wajah ...
satu nama  ...
"MAMA"

mama ...
aku merinduimu
aku menyayangimu
Namun maafkanlah  
jika baktiku
belum sepadan dgn pengorbananmu
belum setara dgn kasih dan sayangmu
Dan sampai kapanpun , tak mungkin bisa
tuk membayar air susumu
yg mengalir menjadi darah di tubuhku

Smoga ALLAH membalas ketulusan dan Ikhlasmu
smoga ALLAH Meridhoi Doa dan Sujudku untukmu Mama.

KETIKA NANTI

Ketika nanti .......
Hari hari pergi tak perduli
Semua tertulis tak terkecuali
Kelak akan menjadi saksi


Ketika nanti.......
kemana akan menyelamatkan diri
Disaat nadi kita terhenti
Nafaspun pergi dan tak kembali


Ketika nanti.......
Malaikat maut menghampiri
Lalu kemana diri berlari
Sedangkan mati itu pasti

JANGAN BIARKAN DAKU BINGUNG

Kucari seberkas sinar di rimba kasih_MU
harapkan setitik cahya kemilau
menjaring rahmat di laut cinta_MU
bekalku kelak menghadap_MU

Yaa Tuhanku yg Maha Agung
Jangan biarkan daku bingung
berharap memeluk gunung
dgn  tangan yang puntung

Resah gelisah kutepis jauh
bak bahtera membuang sauh
dzikirku damai kurengkuh
berharap ridho_Mu tak menjauh.

DENGAN WAKTU

Dengan waktu kucoba mengerti
apa arti pencarianku selama ini
karena ...
setiap helaan nafasku adalah titian
menghantarkan diri ...

semakin menjauhi masa lalu
dan semakin mendekati kematian
denyut nadiku laksana bahan bakar
yang semakin hari semakin menipis
hingga sampai pada titik minimal
lalu terhenti
diam ...
beku...
mati...!!!

HIKMAH KALAM- MU

Disamudera hikmah kalam-MU
hatiku bergetar tak menentu
Didanau bijak Iqro-MU
penuhi setiap rongga nadiku

Seiring harmoni deru nafas ini
kuangkat tangan nan hina berlumur dosa
Mengharap KAU sudi teteskan rahmat-MU
disisa perjalananku yang kelok berliku 

Yaa Rabbku ...
Hamba mohon resapkanlah kedamaian
disetiap bilah hatiku,
Karena damai ini milik-MU jua.

DALAM DUKA ADA SYUKURKU

Dikala manusia berkubang  genangan airmata
Disaat petani terusir dari tanah leluhur

Ketika sekelompok orang berorasi menuntut haknya
hati ini miris,perih,pedih teriris pilu.

Kusaksikan pemberitaan di media 
bencana dan musibah silih berganti

Panorama alam tak lagi indah buat mereka
berganti momok yg menakutkan dan mengerikan

Dlm kedukaan dan kesedihan itu
ada rasa Syukur teramat dalam
karena kita masih di berikan Anugrah
Tuk menyaksikan kebesaran-NYA.

CINTA- MU

Kuselami kedalaman samudera hatiku
'tuk menemukan mutiara hikmah_MU

Kusebrangi Laut kesombongan dan keangkuhanku
'tuk menggapai  pelabuhan Anugerah_MU

Kusingkap tirai penghalangku 
'tuk pandangi wajah Indah_MU
Kusandarkan bahtera hidupku
Di dermaga nikmat_MU

Agar ....
Hilang Resahku
Lenyap Gelisahku
Sirna Gundahku
Hingga tersisa hanya cinta_MU.

MAHLIGAI NAN SUCI

Aku tak mengharap lebih dari_MU
Hanya cinta_MU yang kuingin
Hanya kasih_MU yang kudamba

Andai diri ini terlalu kotor karena dosa
Berilah kesempatan membersihkannya
Agar layak tuk bersanding dimahligai nan suci.

BIAS PURNAMA

Kupandang cahya purnama
Membias sinarnya terangi jiwa
Terangkai harap dalam doa
Hamba mengiba pada tuan nya

Tangisan bukti  sesalku
Ratapan bukti deritaku
Isak bukti sengsaraku
Atas semua kobodohanku

Asaku hanya kasih_NYA
Impianku hanya sayang_NYA
Dambaanku hanya cinta_NYA
Harapanku hanya Ridho_NYA

BELENGGU DUNIAWI

Kala hatiku hitam membeku
dirasuki keangkuhan dan kebodohanku
keinginan duniawi membelenggu
hingga memperlambat langkahku
meniti lurusnya syirot_MU

Kealpaan kerap menghampiriku
Nodai jiwa tuk mengingat_MU
buatku malu akan nikmat_MU
Wahai Tuhanku....
Ajariku meniti Syirot_MU.

ALUNAN DZIKIR

Alunan dzikir bagai desir sang bayu
Dalamnya rasa dalam jiwa
Melebihi dalam  samudera
Tetes darah rindu aliri nadi
Hingga merasuk kerelung hati

Mengalir deras sampai kejantung 
Duduk diam dalam  Qolbu ku.
Bermukim tenang rinduku pada-Mu.

AKU PADA-MU

Gulita langit malam dalam diam
berikan keheningan dan kebeningan dalam jiwa
Kutatap gemintang kerlap kerlip dlm keheningan
Kupacu hasratku sujud pada_MU

Kunyalakan lentera dlm sanubariku
agar Aku tahu bahwa,
segala kesombongan hanya akan hancurkan cinta
dan segala cinta hanya bermuara pada_MU.

AKU ADA DISINI

Di penghujung malam di bulan desember
Hujan deras mengguyur pulau dewata
Aku ada disini
Dan tetap ada disini 


Ku aplikasikan Lisan jadi tulisan
Kucoba pahami makna pada Alam
Tentang semua yang terlewati 
Seiring perputaran roda waktu

Sebait nyanyian  nan syahdu
Seuntai kerinduan kepada sang khalik
Melintasi sepi pengurung jiwa
Singkirkan tabir penghalang ridho_Nya

Aku ada disini...
Dan tetap akan disini 
Saksikan raga merendah  sujud
Hingga pagi datang mengganti malam.

WUJUD NYATAMU DALAM RAHASIAKU

Aku tak nampak di ruang terang
Aku tersesat dijalan lurus
Aku kehausan di tengah Telaga
Keangkuhan,kebohongan dan kebodohanku
Jadi penyebab malapetaka,

Keresahan,kegundahan dan kegelisahan
Kerap melanda dan akrab bertahta




Ketenangan,kenyamanan dan kedamaian
Enggan menyapa,
Kebahagian lenyap entah kemana...?
Lalu kuajak lisanku bermunajat pada_MU

'ntuk temukan makna yang terpisah oleh makna
karamlah diri disamudera tak bertepi
wujud nyata-MU dalam Rahasiaku.

" LA ILAHA ILLALLAH "

Daku tertunduk dlm aliran rasa
terpaku dlm belaian rindu
terdiam dlm hening bertahta
terlena dlm indah nikmat'NYA

Tersipu mengintai  wajah'MU
satu untaian kalimat Tauhid
kujadikan penghubung rinduku pada'MU

" LA ILAHA ILLALLAH "

MAMPUKAH....?

Mampukah KITA....

Bersyukur dalam SUKAR,

Mengawasi keALPAan dalam senang,

Menabur BAKTI di tiap langkah,

Menghapus AMARAH dalam rasa,

Memperbanyak DZIKIR dalam ucapan 
dan
Berdoa dalam DIAM.....?

SETITIK CAHAYA YANG KUBUTUHKAN

Mentari sembunyi dibilik malam
Sanubari buram tanpa warna

Kasih menjauh,cahya memudar
Kemana langkah kan kuarahkan

Hanyal seberkas sinar yang kuharapkan
Setitik cahaya yang kuinginkan

Jadi pedoman penunjuk arah
Jadi penuntun capai tujuan.

SAJADAH BUMI

Daku tertegun dalam aliran rasa
Bersedekap dalam balutan rindu
Tersungkur sujud disajadah bumi
Duduk memandang pemilik pandangan

Tersenyum oleh lambaian _MU
Hanya satu kata terpatri dikalbu
Satu nama, rasapun satu
Kujadikan jembatan rinduku pada_MU.

PINTAKU

Gelisah penuhi gundahku
terdiam memaknai resahku
hening malam mengusir riuhku
aku membeku dlm sujud malamku,


menatap gulita yang menyapa
meneriakan dgn derai air mata
yg seakan menggapai damaiku


tetesan air mata ini menancap kalbu
pintaku hanya satu,tapi luas harapanku
demi setitik cinta dan sebutir rindu.

RAHASIA TETAPLAH RAHASIA

Dari Fajar hingga petang
mencoba mengerti tentang
kehidupan yang menantang... 

Mencari apa yang belum kutemukan
belajar apa yang belum terpahamkan
menelusuri rimba yang belum terlalui

Mendaki gunung yang belum terpijak puncaknya
menyelami laut yang belum tersentuh dasarnya
menyebrangi samudra yang belum tergapai tepinya

Karena semua masih teka_teki
Rahasia tetaplah rahasia
Tapi Nyatalah Rahasia dalam Rahasia.

MAWAR

Jauh sudah perjalananku
menelusuri hidup  penuh liku
tertatih langkahku meraih mimpi semu
tak jarang kutemui dilema buatku ragu

Daku sering terbuai oleh harumnya mawar
tanpa sadar jika indahnya membungkus duri

Wangi bunganya seringkali buatku lupa pada-NYA
namun ...Tajam durinya jadikanku sadar
bahwa daku hanyalah mahluk lemah
yang gampang tertusuk dan terluka....

TERBARU

UMUR dan WAKTU