
Salah satu penyakit hati yang berbahaya adalah "SifatTamak".
Tamak atau rakus alias serakah adalah salah satu penyakit yang sering menghinggapi orang-orang kaya yang menyebabkan dirinya tidak bisa bahagia.
Penyakit ketamakan dan keserakahan ini bukan cuma menghinggapi orang-orang kaya saja tapi juga bisa menghinggapi orang miskin.
Namun sebahagian besar yang sering kita jumpai sifat ini terpatri pada diri orang-orang kaya yang landasan iman nya minim.
Di dalam dunia dewasa ini sering kita dengar pengelompokan manusia berdasarkan strata ekonomi di bagi menjadi dua kelompok yaitu:
1.Kelompok menengah keatas dan
2.Kelompok menengah kebawah.
Kedua kelompok ini masing-masing punya kebutuhan dan keinginan yang berbeda sesuai keadaan dan kadar iman yang dimilikinya.
Lalu kelompok mana yang lebih berpeluang bahagia?
Jawabannya adalah kedua-duanya berpeluang untuk bahagia.
Kemudian kelompok mana yang berpeluang dihinggapi sifat tamak? Jawabannya adalah kedua-duanya juga ,namun kemungkinan lebih besar adalah cenderung hinggap pada kelompok yang pertama yakni orang-orang kaya.
Orang miskin yang tidak bersyukur, juga bisa tergolong tamak , maka kalau ia kaya pun kekayaannya tidak akan bisa mengobati sifat tamaknya dan timbullah kegelisahan dalam hati sehingga kehidupannya kurang bahagia meskipun banyak harta.
Kenapa demikian?
Karena dalam hatinya ada sifat tamak yang mengakibatkan dirinya selalu merasa kurang.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu al-Zubair tatkala di atas mimbar di Mekah dalam kubtahnya, beliau berkata; Wahai manusia sekalian, Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Seandainya anak keturunan Adam diberi satu lembah penuh dengan emas niscaya dia masih akan menginginkan yang kedua. Jika diberi lembah emas yang kedua maka dia menginginkan lembah emas ketiga. Tidak akan pernah menyumbat rongga anak Adam selain tanah, dan Allah menerima taubat bagi siapa pun yang mau bertaubat.”
(HR. Al-Bukhari No.6438)
Sebagaimana juga pernah Alhabib 'Abdullah alhaddad berkata:
من لم يدفع عنه الفقر قليل المال لم يحصل له الغنى كثيره
Artinya:
"jikalau harta yang sedikit tidak bisa menghilangkan kefaqiran seseorang,maka harta yang banyak pun tidak dapat mencukupi baginya."
Sedangkan Kunci untuk bahagia adalah:
#Bersabar dikala susah,
#Bersyukur dikala senang
Lalu kelompok mana yang lebih berpeluang bahagia?
Jawabannya adalah kedua-duanya berpeluang untuk bahagia.
Kemudian kelompok mana yang berpeluang dihinggapi sifat tamak? Jawabannya adalah kedua-duanya juga ,namun kemungkinan lebih besar adalah cenderung hinggap pada kelompok yang pertama yakni orang-orang kaya.
Rasulallah shallallahu alaihi wasallam pernah mengkhabarkan bahwa sifat tamak yaitu cinta dunia tidak pernah mengenal kata puas.Sekaya apapun seseorang jika mempunyai sifat tamak dalam dirinya , maka dalam hatinya akan selalu merasa kekurangan maka dengan hati seperti inilah ia senantiasa merasa gelisah dan tidak pernah bahagia.
Orang miskin yang tidak bersyukur, juga bisa tergolong tamak , maka kalau ia kaya pun kekayaannya tidak akan bisa mengobati sifat tamaknya dan timbullah kegelisahan dalam hati sehingga kehidupannya kurang bahagia meskipun banyak harta.
Kenapa demikian?
Karena dalam hatinya ada sifat tamak yang mengakibatkan dirinya selalu merasa kurang.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu al-Zubair tatkala di atas mimbar di Mekah dalam kubtahnya, beliau berkata; Wahai manusia sekalian, Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Seandainya anak keturunan Adam diberi satu lembah penuh dengan emas niscaya dia masih akan menginginkan yang kedua. Jika diberi lembah emas yang kedua maka dia menginginkan lembah emas ketiga. Tidak akan pernah menyumbat rongga anak Adam selain tanah, dan Allah menerima taubat bagi siapa pun yang mau bertaubat.”
(HR. Al-Bukhari No.6438)
Hadist ini menunjukan bagaimana tamaknya manusia terhadap dunia sehingga tidak mengenal rasa puas, disamping itu juga hadist ini mengandung makna celaan terhadap ketamakan manusia terhadap harta dunia.
Adapun dampak buruk dari sifat tamak ini adalah menjadi penyebab seseorang menghalalkan segala cara seperti menipu, korupsi, mencuri, berlaku curang, mengelabui, merampok berlaku syirik seperti mendatangi dukun-dukun pesugihan dan banyak lagi sifat buruk lainnya.
Sebagaimana juga pernah Alhabib 'Abdullah alhaddad berkata:
من لم يدفع عنه الفقر قليل المال لم يحصل له الغنى كثيره
Artinya:
"jikalau harta yang sedikit tidak bisa menghilangkan kefaqiran seseorang,maka harta yang banyak pun tidak dapat mencukupi baginya."
Sedangkan Kunci untuk bahagia adalah:
#Bersyukur dikala senang
Dan salah satu dari dua keadaan yaitu senang dan susah yang menimpa kita dengan menjauhi sifat tamak.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Taghabun ayat 15:
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian hanyalah fitnah (cobaan), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Taghabun: 15)
Dalam beberapa ayat, Allah Ta’ala sudah mewasiatkan kepada manusia seluruhnya, khususnya orang-orang beriman agar tidak terlena dengan kesenangan dunia, memerintahkan agar fasilitas kesenangan dunia yang diberikan Allah Ta’ala tidak menjadikannya lalai dari ibadah kepada Allah Ta’ala.
Ada tiga macam obat untuk mengobati penyakit tamak ini menurut Ibnu Qudamah dalam kitab Mukhtashar al-Qashidin yaitu :
- Sabar
- Ilmu dan
- Amal.
1.Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.
Semoga postingan ini ada manfaatnya akhir kata Saya ucapkan terima kasih pada Anda yang sudah meluangkan waktunya untuk menyempatkan diri membaca postingan ini , semoga semua pembaca postingan ini pada khususnya dan pengunjung tetap blog ini pada umumnya mendapatkan keberkahan dari Allah.
Aamiin Yaa Rabbal Aalaamiin.
Aamiin Yaa Rabbal Aalaamiin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabbarakatuh.
Salam santun dari blogger Haeruddin Purnawanto






No comments:
Post a Comment